
Adril Chasbullah
Adril Chasbullah: Merubah Pola Pikir Dengan Alih Belanja
Membagi “ilmu” lewat Quantum Network merupakan obsesinya kepada setiap downlinenya agar meraih kesuksesan bersama-sama.
Jangan malu-malu mengadopsi ilmu untuk dibagikan kepada orang lain. Apalagi jika ilmu tersebut sangat bermanfaat bagi keberhasilan dalam suatu bisnis.
Adril mengaku, ilmu tentang pendidikan dan pelatihan bisnis MLM yg kini ditularkan pada semua downlinenya, diperoleh dari sebuah perusahaan MLM terkemuka, tempat awal mulanya berkecimpung di MLM. Macam-macam ilmu yg diperoleh. Dari mulai leadership, berpikir positif, membangun mental dan sebagainya. Semua ilmu tersebut, katanya, sangat bermanfaat bagi kemajuan karir seseorang dalam berbisnis MLM, baik secara finansial maupun kepribadian.
Sayangnya, karena sesuatu hal, Adril keluar dari MLM tersebut. Padahal, dari MLM itu, pria tinggi besar ini, mencicipi jalan-jalan keluar negeri. Bonusnya pun masih diterima. “Minggu lalu, saya terima SMS dari perusahaan bahwa poin saya mencapai sekian”, ujarnya dalam suatu obrolan dengan $UKSE$. Ia menyebut, semua itu hanya tinggal kenangan, sesuatu yg dijadikan pengalaman dan proses pembelajaran.
“Ketika keluar, saya benar-benar pengangguran. Semua barang saya jual, termasuk mobil. Jadi, saya cuma makan tidur saja”, ujarnya. Untunglah, patah arangnya dengan MLM tidak berlangsung lama.
Tidak diduga, di MLM yg produknya kebutuhan sehari-hari, perjalanan bisnisnya berjalan cepat. Ia, selain mencapai jenjang Direktur, juga punya 25 stokis yg berada di jaringannya. Padahal, modal awal saya, dibawah Rp.50 ribu”, ujarnya, seraya terkagum-kagum. Padahal, berdasar pengalamannya, membuat jaringan itu bukan sesuatu yg mudah. Butuh waktu tahunan, “Jadi, bagaimana kita mampu mengarahkan & membinanya. Sehingga proses duplikasi berjalan baik”, tandas suami dari Cindy Anastasia ini.
Tiba-tiba saja raut wajahnya sedikit khawatir. Ia sejenak menghela nafas panjang. “Saya takut, jaringan yg cepat ini, mudah buyar. Ibarat balon yg mudah tertusuk”, jelasnya perlahan. Disinilah, pria yg pernah mengenyam pendidikan teknik sipil di UI ini menyebut pentingnya sebuahpelatihan dan pendidikan. Setidaknya, lewat wadah ini, ada semacam panduan ataupun rel bagi para mitranya untuk meraih keberhasilan.
Menurutnya, ada empat kekuatan pilar dalam bisnis MLM. Pertama, tentang perusahaan. Kedua, tentang produk. Ketiga tentang sistim. Keempat, tentang support sistemnya. “Nah, saya mencoba memberikan kontribusi pada support sistemnya”, sambungnya kepada Jajat Sudrajat dan fotografer Santo dari $UKSE$.
Apa tujuan Quantum ini secara spesifik?
Melatih atau mendapatkan leader. Karena untuk menciptakan seratus ribu orang itu harus ada leader di dalamnya. Kita harus menemukan leader dengan pelatihan-pelatihan itu, baik yg sudah siap maupun yg baru. Tujuannya meringankan beban pekerjaan kita supaya dapat pasif income.
Apakah para leader bisa mengadopsi formulasi pelatihan ini kedalam operasional kegiatan mereka?
Triple S ini terlalu cepat berkembang. Konsep bisnisnya begitu mudah: mengalihkan belanja dengan harga grosir. Sayangnya, pertumbuhan ini tidak dibarengi dengan sebuah sikap. Padahal, dalam bisnis itu, sikap sangat penting. Setidaknya mereka mengerti bahwa bisnis itu perlu sikap, walaupun hasilnya mungkin tidak maksimal. Maka, saya selalu tekankan, dulu saya belajar di sebuah MLM terlalu lama. Jadi, tidak perlu harus seperti itu. Mudah-mudahan, dalam hitungan bulan, semuanya sudah memahami.
Tapi kan, tidak mudah merubah paradigma seseorang
Justru itu saya merubah paradigmanya dari awal, yaitu konsep berpikirnya mengalihkan belanja. Jangan pikirin bisnis. Bisnis itu risiko saja dari sebuah konsep usaha. Makanya, saya katakan tadi, pelatihan ini akan berkembang. Tahun depan, mungkin mulai dengan apa yg disebut leadership. Jadi, program Quantum tahun ini hanya merubah pola pikir orang bahwa ini bisnis semata-mata alih belanja. Dengan alih belanja perkembangannya luar biasa.
Apakah pelatihan ini sifatnya tetap dan kontinu?
Sebenarnya belum ada yg bersifat tetap. Artinya belum ada kontinuitas, semuanya baru program yg sambil jalan sesuai kebutuhan. Contohnya, di Lampung, Palembang, Bandung, Jakarta, dan Bekasi, itu sifatnya sesuai kebutuhan grup. Selain itu, saya mencoba membuat program bulanan, tiga bulanan, dan program enam bulanan. Tapi ini masih saya godok. Saya masih butuh leader-leader yg corporate dengan saya. Bulan sembilan tahun ini, saya akan membuat program bisnis building seminar. Mungkin di situ orang baru benar-benar sadar bahwa ternyata perlu sistem, yaitu support sistem. Saat ini baru informasi saja.
Apakah dalam pelatihan ini diajarkan juga cara-cara membuka gembok-gembok keberhasilan?
Tentu akan diajarkan. Sebenarnya ada beberapa poin. Sayangnya nggak ada keberhasilan itu yg datangnya tiba-tiba. Semua ada stepnya. Seperti kunci keberhasilan tadi, sebenarnya simple saja, ada enam langkah yg menjadi kunci dasarnya. Tentu, dari kunci dasar itu, ada sistem dimana ada unsur duplikasi, no cross lining, konsultasi, dan edukasi. Empat itu harus dimiliki oleh seorang Quantum Network. Kalau dia punya itu, maka tingkat keberhasilan akan dengan mudah diraih.
Bagaimana persisnya tahapan penetrasi pelatihan Quantum?
Pertama, kita menginformasikan punya kelompok atau grup, punya pelatihan. Jadi tidak jalan sendirian, ada upline, ada pelatihan hingga anda terbina. Kedua, kita memberikan mereka suatu pelatihan dasar tentang kepemimpinan. Nanti tinggal aplikasinya, itu silahkan nati diteruskan. Tapi, saya biasanya bilang, apa yg anda lakukan mencerminkan kemana bisnis anda akan terarah. Ingat, kesuksesan ditentukan oleh cermin pribadi anda. Contoh sederhana saja, sikap mereka berpakaian, sikap mereka bicara, sikap mereka bertingkah laku. Biasanya tidak mudah diajari karena menyangkut pribadi orang.
Sebenarnya seberapa jauh kepribadian berperan dalam bisnis MLM?
Menurut saya 95%. Produk dan konsep hanya 5%. Ingat, dalam konsep MLM, sebenarnya adalah bisnis orang. Jadi, sikap atau kepribadian seseorang sangat menentukan keberhasilan orang tersebut. Bukan barang. Jangan heran, kalau ada orang menjual barang seharga 2 juta bisa laku, atau harga tiga ribu bisa laku juga. Semua itu karena sikap.
Bisa dikatakan, Quantum Network Support Sistem ini menstimulus mitra yg ingin sukses?
Sebenarnya sederhana saja. Saya punya ambisi 50 juta penduduk Indonesia dapat menjadi member, ingin sekali punya ribuan stokis atau mini market di seluruh Indonesia. Nah, ambisi ini, saya sebut peluang. Saya punya konsep dasar yg dari dulu tidak pernah berubah itu nothing to loose. Nah, kalau ada suatu peluang, saya tangkap, tentu harus ada strategi dan planning. Dengan membentuk suatu Quantum tadi, sebenarnya sudah mengarah ke sana. Maksudnya bukan ambisi pribadi, kebetulan saya muslim. Nah, agar anda sukses, maka sebenarnya anda harus bantu orang lain untuk sukses. Quantum ini adalah suatu sarana untuk membantu orang yg ingin sukses.
Bagaimana caranya membentuk jaringan yg kokoh?
Menurut saya, kembali lagi pada anda. Tapi ingat, kesuksesan anda bukan tergantung pada kesuksesan orang lain, melainkan anda sendiri. Anda disebut sukses, bila bisa mengajak orang lain sukses. Artinya, kita terhadap downline atau upline harus membina hubungan secara baik. Kalau anda memang mau dikatakan sukses, coba berhubungan sukses dulu dengan orang atau downline tersebut, maka anda disebut sukses. Tapi kalau downline dan upline sudah marah-marahan, hubungan itu sudah tidak benar. Maka tingkat kesuksesannya sulit, karena salah satu kunci kegagalan kita adalah faktor relationship yg tidak bagus.
Jadi, ukurannya seberapa jauh hubungan itu terjalin?
Kembali lagi MLM itu people bisnis. Jadi kembali kepada masing-masing karakter orang. Saya pernah disebuah MLM, dimana hubungan kami tidak sebatas pada hubungan bisnis, tapi sudah persaudaraan. Seringkali orang lupa akan terjadi hubungan simpati dan empati. Orang berpikir, simpati adalah yg terbaik. Sesungguhnya simpati adalah menjerumuskan. Justru empati yg benar. Anda harus bersikap empati kepada downline, baru bisnis itu akan berjalan benar, dan hubungan anda akan baik. Tapi kalau simpati mudah merusak hubungan pribadi.
Kira-kira, nilai lebih apa yg dimiliki pelatihan Quantum?
Saya belum bisa memberikan gambaran yg lengkap. Tapi, yg pasti, mereka mendapatkan informasi yg jelas dan tuntas. Karena kekuatan dari seorang leader mampu memberikan visi perusahaan. Nah, aspek itu yg paling besar saat ini. Saya harus memberikan visi yg lebih besar dibandingkan apa yg ada di kepala setiap member. Caranya gimana? Saya harus mencari informasi lebih banyak dibandingkan mereka.
Dikutip dari:
Majalah Bulanan $UKSE$ – Kemandirian Karir & Finansial
edisi 20 Juni – 20 Juli 2003 Vol. XV / TH. 2 – halaman 30